Tampilkan postingan dengan label Random. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Random. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Maret 2016

Get messed up today, I'll be okay tomorrow







Apapun persoalan hidup yang sedangku alami sekarang ini, sama sekali tidak menjadi kendala ataupun menyurutkan niatku untuk tetap terus berjalan. Selama aku masih bernafas aku akan terus berjuang, memperjuangankan apa yang menjadi cita-cita dan impianku.

Mungkin tahun kemarin aku masih menjadi orang yang sama, sama seperti yang orang lain kenal. Tapi ketahuilah, sesungguhnya hidup ini seperti bola yang berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Kita tak pernah sadar dengan segala keputusan hidup yang telah kita buat. Mungkin di masa silam kita hidup dalam bayang-bayang kelam yang tampak suram sekali, dan bahkan terus berputar dalam lingkaran setan yang begitu monoton. Lalu tanpa sadar kita telah menghabiskan waktu pada hal yang tak penting, semua waktu hanya terbuang sia-sia. Kadang kita harus menunggu moment yang tepat untuk bergerak, atau bahkan kita sendiri melawan arus untuk mencoba melarikan diri darinya. Itulah pilihan yang harus kita buat.

Aku paham dengan penuh segala kesadaran mengenai apa yang telah ku buat dimasa lampau, memang sulit untuk keluar dari zona yang kita anggap sangat nyaman, seringkali penyesalan selalu ku pikirkan setiap malam, menghabiskan malam sendiri dengan secangkir kopi dan menulis baris-baris puisi yang penuh kepiluan hidup. Terkapar di atas ranjang dengan sejuta pemikiran yang tidak ada habis-habisnya. Lalu kemana lagi harus kuberjalan, sepertinya semua jalan terasa begitu jauh dan menjenuhkan. Sungguh, pilihan hidup ini begitu rumit untuk kuambil.

Kukira kemerdekaan hanyalah berhubungan dengan perang dan gencatan senjata antara dua pihak, yang satunya bersifat mengekang dan satu pihaknya lagi menuntuk pembebasan. Namun apa yang ada di dalam dadahku lebih sesak dari apa yang pernah ku bayangkan. Perang batin yang begitu hebat melawan rasa malu hati dan ketidakenakan serta ketidaknyamanan pada sebagian orang. Bila saja kutuliskan semuanya di sini, maka tak akan pernah habis meskipun sampai ayam menumbuhkan giginya.

Bagaimana mungkin kubisa lari jauh, menghilang tanpa jejak bila saja aku masih membutuhkan setiap orang untuk selalu berada disisiku? Tetapi di sisi lain, jeritan hati kecilku yang kian terkekang dengan setiap sikap dan perbuatan mereka yang selalu kubenci. Semena-mena, ingin menang sendiri, egois dan lambat-laun begitu memuakan. 

Selalu kutanamkan dalam jiwa ku atas segala pengertian baik tentang arti kehidupan, tetapi acapkali jiwaku memberontak dan ingin lari dari kenyataan yang ada. Sering juga kuberpikir, jika saja kuberhasil lari dari lingkaran setan yang kian melingkariku, kurasa semua tak akan begini jadinya. Namun, kenyataan berkata lain. 

Hidup bukan hari ini saja, kalau hari ini begitu banyak yang membantuku, semoga dikemudian hari aku bisa membalas semua kebaikan mereka. Inilah yang selalu menjadi kata-kata untuk menguatkanku dikala segala macam hasutan dan dakwaan si iblis mulai menyerangku. Semua yang pernah tinggal bersama denganku juga tau, akan betapa tulusnya hatiku.

Untuk saat ini, biarkan aku pergi sejenak. Aku takkan lari, aku juga tak akan menghilang. Aku hanya ingin mengistirahatkan pikiranku, mendamaikan hatiku yang terlanjur luka, menyembuhkan luka batin yang begitu dalam.

Minggu, 08 November 2015

Saying NO!



Setiap tulisan di bawah ini adalah murni dari hasil pemikiran sendiri, jika anda merasa ada manfaat dari artikel ini, anda bisa mengambil hikmahnyam dan untuk menyempurnahkan artikel ini, saya sebagai penulis dengan lapang hati menerima setiap kritikan yang bersifat membangun. So, give your comment below!

T I D A K !!!

 (image source: https://sheroes.in/img/uploads/article/high_res/say-no_prajakt_august.png)

Terkadang ada hal yang paling sulit untuk kita ucapkan, entah itu dalam keadaan senang bahkan hal yang paling membuat emosi dan bahkan menyakiti hati sekalipun. Apalagi kalau kata tersebut kita lontarkan kepada orang yang sudah kita kenal seperti orangtua, saudara atau bahkan sahabat terdekat sekalipun.
Dalam artikel kali ini, saya ingin membahas mengenai kata “tidak” yang umumnya telah lazim kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut http://artikata.com/arti-354539-tidak.html, kata “tidak” (kata sifat/adjective) adalah partikel untuk menyatakan pengingkaran, penolakan, penyangkalan, dsb. Kata "tidak" ini seringkali dipakai untuk menyangkal atau menyanggah apa yang dikatakan orang terhadap kita yang notabene nya adalah tidak benar dan tak sesuai dengan kenyataan, kata “tidak” juga acapkali kita gunakan untuk menolak tawaran entah berupa tawaran traktiran makan, traktiran ngopi dari sahabat atau lain sebagainya.
Tau kah anda kalau kata “tidak” tersebut juga berdampak sangat buruk bagi gangguan kejiwaan apabila tidak atau belom sempat kita ucapkan untuk menyampaikan maksud dan tujuan kita untuk menyangkal apa yang dikatakan orang lain kepada diri kita, atau menolak tawaran yang menggiurkan dari sahabat kita.

Saying “NO” loudly!

Seringkali kita terjebak dalam friend-zone, bro-zone atau sister-zone dan lain sebagainya, yang membuat kita sulit untuk mengucapkan kata “tidak” ini karena terhalang berbagai faktor seperti malu hati atau merasa tidak enak untuk mengatakannya dengan lantang. “Mean what you say and say what you mean!” - Erik Fisher, Ph.D.
Berdasarkan pengalaman pridadi saya, terkadang saya merasa sangat sulit untuk menghindari situasi semacam ini. Namun saya belajar dari kutipan Erick Fisher untuk menegaskan apa yang telah saya katakana dan berusaha agar terus mempertahankan keputusan yang telah saya buat serta menghindari gangguan yang mengintervensi keputusan saya. Setiap orang harus belajar untuk menghargai keputusan yang dibuat oleh orang lain, selama keputusan yang kita buat sama sekali tidak merugikan mereka atau bahkan merugikan sekalipun, ini adalah prinsip hidup yang kita jalani masing-masing, konsekuensi dari keputusan yang telah kita buat akan kita tanggung sendiri, jika memang dikemudia hari kita merasa menyesal karena telah gagal mengambil keputusan, kita akan jadikan semuanya itu sebagai suatu pelajaran berharga untuk tidak mengulanginya lagi.

Saying NO is not a crime!

Katakan tidak untuk hal yang tak kita sukai adalah bukan suatu tindakan kriminal, sebagai contoh anda adalah seorang yang bukan dikategorikan alcoholic atau pecandu alkhohol, suatu saat anda berada dalam situasi sedang asik ngobrol dengan teman-teman anda namun tanpa sadar teman anda memberikan segelas minuman keras kepada anda, yang lintas dipikiran anda saat itu hanyalah have-fun semata karena terbawa arus obrolan yang begitu menghanyutkan dan mengasikan, tentu saja anda akan merasa “awkward”. Bila anda tergolong orang yang menghargai pemberian orang lain, apa yang akan anda lakukan? Sementara sebagian atau bahkan semua teman anda yang saat itu ikut nimburung dalam percakapan yang seru itu juga menerima tawaran yang entah tanpa sadar, suka atau tidak suka tetapi langsung saja meneguk minuman yang ditawarkan teman anda. Akankah anda sanggup menerima kritikan atau “bully” atau bahkan disangka sombong oleh teman-teman anda? Mungkin ini biasa-biasa saja, tapi tahukah anda bila setiap keputusan punya dampak yang sangat berbeda-beda. Di sini saya tidak akan membahas jurus untuk menangkis tawaran semacam itu, saya hanya ingin sedikit berbagi kalau saja katakana “tidak” bukan merupakan suatu bentuk kejahatan, kenapa harus malu untuk mencobanya?

Saying NO without explaining the reason why!

Terkadang saat kita dalam keadaan jenuh, bosan atau capek, kita tidak ingin terlalu banyak berkomentar yang macam-macam tentang hal-hal tertentu yang nantinya menggangu sistem saraf kita. Kita hanya butuh kopi dan musik yang menyegarkan otak lalu katakana tidak begitu ditawarkan suatu kerjaan baru dari orang lain, tentunya orang akan menanyakan why don’t you like it? But hey, I don’t have to explain it to you! I just don’t like it and don’t wanna do it! Yes, sometimes you need to do that such a kind of things in order to shut them up by not giving the reason why because it’s not their business. 

 (Image source: http://www.womenshealthmag.com/sites/womenshealthmag.com/files/images/say-no.jpg)

                                    Written by: @oldryronald

Rabu, 15 Mei 2013

#Beautiful


Featuring R&B crooner Miguel, "Beautiful" is the first single from music diva Mariah Carey's much-anticipated fourteenth studio album due in 2013 via Island Def Jam. Co-written by the singing pair, and co-produced with the help of Happy Perez, "Beautiful" is a romantic ballad with a vintage, retro vibe. Miguel and MiMi kill this vocally. "Beautiful" was world premiered on radios on May 6.

Ah ah you're beautiful
Ah ah you're beautiful

Hop on the back of my bike
Let the good the wind blow through your hair
With a a-- like that, and a smile so bright
Oh you're killing me, you know it ain't fair

Ride on through the middle of the night
Let moonlight kiss your skin
When you dance like that, your jeans so tight
Oh you're killing me, baby do it again

You're beautiful, and your mind is f-cking beautiful
And I can't pretend that that doesn't mean a thing to me, to me, yeah
You're beautiful, good lord, you're f-cking beautiful
And I can't pretend that that doesn't mean a thing to me, to me, yeah

I like when you run red lights, don't stop till you thrill me, oh how you thrill me
Always in control, how you do it I don't know
But I don't care, take me anywhere,

Cause it's beautiful, ooh you make me feel undressable
And I can't pretend that that doesn't mean a thing to me, to me, ohh yeah
You're beautiful, and your mind is f-cking beautiful
And I can't pretend that that doesn't mean a thing to me, to me, yeah
You're beautiful, good lord, you're f-cking beautiful
And I can't pretend that that doesn't mean a thing to me, to me, yeah

Ah ah you're beautiful
Ah ah you're beautiful

You don’t know what you’re doing darling
Hop on back my bike darling
Don’t you worry darling

Move on!

10 Tips to Mend a Broken Heart (how to move on)

By

10 Tips to Mend a Broken Heart
Bess Myerson once wrote that “to fall in love is awfully simple, but to fall out of love is simply awful.” Especially if you are the one who wanted the relationship to last.
Mending a broken heart is never easy. There is no quick way to stop your heart from hurting so much.
To stop loving isn’t an option. Author Henri Nouwen writes, “When those you love deeply reject you, leave you, or die, your heart will be broken. But that should not hold you back from loving deeply. The pain that comes from deep love makes your love ever more fruitful.”
But how do we get beyond the pain? Here are 10 tips I’ve gathered from experts and from conversations with friends on how they patched up their heart and tried, ever so gradually, to move on.
1. Go through it, not around it.
I realize the most difficult task for a person with a broken heart is to stand still and feel the crack. But that is exactly what she must do. Because no shortcut is without its share of obstructions. Here’s a simple fact: You have to grieve in order to move on. During the 18 months of my severe depression, my therapist repeated almost every visit: “Go through it. Not around it.” Because if I went around some of the issues that were tearing me apart inside, then I would bump into them somewhere down the line, just like being caught in the center of a traffic circle. By going through the intense pain, I eventually surfaced as a stronger person ready to tackle problems head on. Soon the pain lost its stronghold over me.

2. Detach and revel in your independence again.
Attempting to fill the void yourself — without rushing to a new relationship or trying desperately to win your lover back — is essentially what detaching is all about. The Buddha taught that attachment that leads to suffering. So the most direct path to happiness and peace is detachment. In his book, Eastern Wisdom for Western Minds, Victor M. Parachin tells a wonderful story about an old gardener who sought advice from a monk. Writes Parachin:
“Great Monk, let me ask you: How can I attain liberation?” The Great Monk replied: “Who tied you up?” This old gardener answered: “Nobody tied me up.” The Great Monk said: “Then why do you seek liberation?”
One of the most liberating thoughts I repeat to myself when I’m immersed in grief and sadness is this: I don’t need anyone or anything to make me happy. When I’m experiencing the intense pangs of grief, it is so difficult to trust that I can be whole without that person in my life. But I have learned over and over again that I can. I really can. It is my job to fill the emptiness, and I can do it… creatively, and with the help of my higher power.
3. List your strengths.
As I wrote in my “12 Ways to Keep Going” post, a technique that helps me when I feel raw and defeated to try anymore is to list my strengths. I say to myself, “Self, you have been sober for 20 years!! Weaklings can’t pull off that! And here you are, alive, after those 18 months of intense suicidal thoughts. Plus you haven’t smoked a cigarette since that funeral back in December of last year!” I say all of that while listening to the “Rocky” soundtrack, and by the last line, I’m ready to tackle my next challenge: move on from this sadness and try to be a productive individual in this world. If you can’t list your strengths, start a self-esteem file. Click here to learn how you build one.
4. Allow some fantasizing.
Grief wouldn’t be the natural process that it should be without some yearning for the person you just lost. Dr. Christine Whelan, who writes the “Pure Sex, Pure Column” on BustedHalo.com, explains the logic of allowing a bit of fantasy. She writes:
If you are trying to banish a sexual fantasy from your head, telling yourself “I’m not going to fantasize about her” or “I won’t think about what it would be like to be intimate with him” might make it worse… In a famous psychological study from the 1980s, a group of subjects were told to think about anything but whatever they did, they were not supposed to think about a white bear. Guess what they all thought about? [A white bear.]
5. Help someone else.
When I’m in pain, the only guaranteed antidote to my suffering is to box up all of my feelings, sort them, and then try to find a use for them. That’s why writing Beyond Blue contributes a big chunk to my recovery, why moderating Group Beyond Blue has me excited to wake up every day. When you turn your attention to another person — especially someone who is struggling with the same kind of pain — you forget about yourself for a split moment. And let’s face it, that, on some days, feels like a miracle.
6. Laugh. And cry.
Laughter heals on many levels as I explain in my “9 Ways Humor Heals” post, and so does crying. You think it’s just a coincidence that you always feel better after a good cry? Nope, there are many physiological reasons that contribute to the healing power of tears. Some of them have been documented by biochemist William Frey who has spent 15 years as head of a research team studying tears. Among their findings is that emotional tears (as compared to tears of irritation, like when you cut an onion) contain toxic biochemical byproducts, so that weeping removes these toxic substances and relieves emotional stress. So go grab a box of Kleenex and cry your afternoon away.
7. Make a good and bad list.
You need to know which activities will make you feel good, and which ones will make you want to toilet paper your ex-lover’s home (or apartment). You won’t really know which activity belongs on which list until you start trying things, but I suspect that things like checking out his wall on Facebook and seeing that he has just posted a photo of his gorgeous new girlfriend is not going to make you feel good, so put that on the “don’t attempt” list, along with e-mails and phone calls to his buddies fishing for information about him. On the “feels peachy” list might be found such ventures as: deleting all of his e-mails and voicemails, pawning off the jewelry he gave you (using the cash for a much-needed massage?), laughing over coffee with a new friend who doesn’t know him from Adam (to ensure his name won’t come up).
8. Work it out.
Working out your grief quite literally — by running, swimming, exercising, walking, or kick-boxing — is going to give you immediate relief. On a physiological level — because exercise increases the activity of serotonin and/or norepinehrine and stimulates brain chemicals that foster growth of nerve cells — but also on an emotional level, because you are taking charge and becoming the master of your mind and body. Plus you can visualize the fellow who is responsible for your pain and you can kick him in the face. Now doesn’t that feel good?
9. Create a new world.
This is especially important if your world has collided with his, meaning that mutual friends who have seen him in the last week feel the need to tell you about it. Create your own safe world — full of new friends who wouldn’t recognize him in a crowd and don’t know how to spell his name — where he is not allowed to drop by for a figurative or literal surprise visit. Take this opportunity to try something new — scuba diving lessons, an art class, a book club, a blog — so to program your mind and body to expect a fresh beginning… without him (or her).
10. Find hope.
There’s a powerful quote in the movie The Tale of Despereaux that I’ve been thinking about ever since I heard it: “There is one emotion that is stronger than fear, and that is forgiveness.” I suppose that’s why, at my father’s deathbed, the moment of reconciliation between us made me less scared to lose him. But forgiveness requires hope: believing that a better place exists, that the aching emptiness experienced in your every activity won’t be with you forever, that one day you’ll be excited to make coffee in the morning or go to a movie with friends. Hope is believing that the sadness can evaporate, that if you try like hell to move on with your life, your smile won’t always be forced. Therefore in order to forgive and to move past fear, you need to find hope.

And remember to love again…

Once our hearts are bruised and burned from a relationship that ended, we have two options: we can close off pieces of our heart so that one day no one will be able to get inside. Or we can love again. Deeply, just as intensely as we did before. Henri Nouwen urges to love again because the heart only expands with the love we are able to pour forth. He writes:
The more you have loved and have allowed yourself to suffer because of your love, the more you will be able to let your heart grow wider and deeper. When your love is truly giving and receiving, those whom you love will not leave your heart even when they depart from you. The pain of rejection, absence, and death can become fruitful. Yes, as you love deeply the ground of your heart will be broken more and more, but you will rejoice in the abundance of the fruit it will bear.

Source was taken from: http://psychcentral.com/blog/archives/2011/02/18/10-tips-to-mend-a-broken-heart/

Senin, 28 Januari 2013

Powdered-Snow (Konayuki)

It's almost been 7 years already since i was watching an Asian Drama, there was something deep that touched my heart and i cried. damn it was one of the best movie ever.
I still remember its storyline very well and especially about the OST of it.
One Litter Of Tears, it's the Japanese Drama tittle, what an amazing story, it was taken by a true story.
I'm not going to post about the story anyway. I just wanna post one of the OST.
Konayuki (Snow Powder) by Remioromen. it's such a deep song and really sad indeed!
To be honest, I cried a lot when I heard that, especially the lyric of it, sooooo deep!!

 

powdered-snow, within the revolving seasons
we always miss each other
although we got separated within the crowd,
we look into the same sky
blown in the wind,
we feel the same chills
everything about you,
guess I don’t really know
even so, from one hundred million
I still found you
although i’m not really sure,
i’m seriously thinking about it
if slight quarrels may lose our laughters
then we must not live in the same moment of time
if we can’t be honest to each other
happiness and sadness are just empty
powdered-snow, until our hearts become white-dyed
let us meet so that we can share our loneliness
I want to put my ears into your heart
to hear the voice that gently leads into the depth
I want to go descend, and let us meet once again there
although I say that I want to understand,
but I can only stroke the surface of my words
even your hands that have become cold,
only by holding them tightly, we were connected
powdered-snow, even too fragile before the eternity
fell and became stain upon the rough asphalt
powdered-snow, in such time unreliable, shaking my heart
even so, I want to keep on protecting you…
powdered-snow, until our hearts become white-dyed
wrap up our loneliness, return it to the sky…

Minggu, 16 Desember 2012

There comes a time (akan ada saatnya)

Masalah yang datang pasti ada jalan keluar, seberat apapun itu pasti terselesaikan, hey wake up! YOLO [YOU ONLY LIVE ONCE] you can face all your problems!
Shake it off, let it go and just have fun!!!
mungkin belom sekarang tapi biarlah waktu yang akan menjawab semua tanda tanya itu, be positive in thinking and work hard! don't let anyone stole your happiness.
people, circumstances and the others can stop you temporarily - you are the only one who can do it permanently!!
here are just some notes from what I've been thinking, what's stuck on my mind lately. 


Akan ada saatnya dimana seorang pujaan hati akan membangunkan mu dengan secangkir kopi panas di pagi hari sembari mencium kening mu.

Akan ada saatnya dimana semua perjalanan panjang ini akan menemukan suatu jalan keluar meskipun harus keluar hari semak-belukar dan lika-liku hidup yang penuh drama ini.

Akan ada saatnya dimana sesorang yang dulu tak pernah menganggap mu ada, akan sangat membutuhkan mu, namun saja hati mu sudah tertutup untuk semua cinta palsu yang lain.

Akan ada saatnya dimana semua yang kelihatan nya suram mulai cerah, dan kesuraman yang dulu tak akan menggangu mu dari semua yang kamu miliki sekarang.

Akan ada saatnya dimana yang pacaran akan segera putus dan yang jomblo makin ngenes *eh maaf!

Akan ada saatnya kamu menyesal namun sudah tidak ada guna nya lagi, kasian!

Akan ada saatnya kita harus sadar dan mengerti tentang kenyataan bahwa orang yg kita inginkan gak pernah bisa kita miliki.

Akan ada saatnya dimana hal-hal kecil yang dirindukan itu hilang, sampai akhirnya kita jadi terbiasa dengan ketiadaannya

Akan ada saatnya kamu bisa menikmati apa yg kamu perjuangkan hari ini.

Akan ada saatnyanya kamu akan merindukanku, sedalam dan sesering aku merindukanmu, hanya saja waktunya belum datang.

 Akan ada saatnya dimana tupai yang lihat melompat trus dia laper dan akan makan juga (apasih?)

Akan ada saat nya ketika PMS tak lagi valid dijadikan alasan ketika mood berantakan.(Nah lo?)

Akan ada saatnya kita jatuh cinta pada orang yang tidak disangka dan malahan putus dengan orang yang tidak kita inginkan (yah gitu deh!)

 Akan ada saatnya kamu juga akan sadar, bahwa mengharapkan nya menghabiskan waktu yang harusnya kau pakai untuk bisa bahagia.

Akan ada saatnya dimana kamu akan pergi jauh dari pintu yang telah kau ketuk sebegitu lama nya namun tak ada yang membukakan nya.

Akan ada saatnya dimana doa mu akan terjawab, sehari yang tadi nya 24 bisa jadi 25 jam (kalo ini jelas mustahil)

Akan ada saatnya orang yang suka PHP akan diPHP-in dan Player gonna be Played! *Noted!

Akan ada saatnya dimana kamu yang akan menjadi sutradara dari semua drama yang pernah dia buat.

Akan ada saatnya rindu mu berwujud menjadi rindu yang nyata. Tersampaikan dan terbalaskan. Tak melulu hanya tertumpuk dalam dada.

 Akan ada saatnya kamu akan cetar membahana badai halilintar, *apasih?

Akan ada saatnya dimana kamu tersenyum pada semua kebodohan yang pernah kamu lakukan.

Akan ada saatnya dimana masalah hati sudah bukan jadi masalah serius lagi, ciyus! *plak!

Akan ada saatnya kamu sendiri yang akan ditakuti setan, dan setan yang justru lari jauh dari mu.

Akan ada saatnya dimana semua tanda tanya yang belum terjawab akan terjawab!

Akan ada saatnya dimana HATERS will SHY to themselves, prove it!!

Akan ada saatnya dimana ruang hati yang telah lama hampa akan ada yang tinggal di sana dan mendiaminya.

Akan ada saatnya kamu tak akan galau lagi karena yang digalauin sudah berada disisi mu.

English!

There comes a time when you need to stop, step back, and think. That time seems to have caught up to me.

 There comes a time in your life when you start to realize who's real and who's fake. Separate yourself from the fake people And just do you.

 There comes a time when you have to stop being afraid of what could go wrong, and start thinking of what could go right.

 There comes a time when you have to be your own hero. Because sometimes, the people you can't live without, can live without you.

There comes a time where you have to stop beating yourself up over the mistakes you've made

There comes a time in life when you learn to accept yourself rather than trying to accept what others think of you

There comes a time in your life when you realise who matters, who never did and who always will.

There comes a time when you just have to accept the fact its over & move on

There comes a time when you have to stop trying to make everyone else happy and just do it for yo.

 There comes a time when you need to look around and say "I deserve better than this," and realize that you are still young enough to have it

 There comes a time in ones life when they realize the only person they can truly trust 100%, is themselves.

 There comes a time in life when you have to let go of all the pointless drama and the people who create it.

There comes a time when you're sick of trying, sick of getting the same silence, the same response, and the same hurt feeling. 

There comes a time when silence is betrayal.

There comes a time when silence is not gold anymore!

There comes a time in every rightly constructed boy`s life when he has a raging desire to go somewhere and dig for hidden treasure.

There comes a time when you have to choose between turning the page or just closing the book.

There comes a time when that shit doesn't work anymore.


- OLDRY RONALD




Rabu, 17 Oktober 2012

Be informative, not authoritative!!


As a professional agent, a large part of your job is to provide clients with informed advice and share your expertise about the property industry.

After all, they have hired you because they cannot do this job themselves - and are therefore looking to you to provide direction.

However, closing sales in real estate is almost always a two-way street - you cannot find the best solution for your clients unless you open the lines of communication and allow them to inform you about what they want.

If you are too authoritative in your approach, they may not feel comfortable expressing their own thoughts and this could cause confusion or discontent later down the track.

Discontentment from either side could threaten the sales process and even lose you valuable work, so it is important to keep your wits about you when entering into new professional relationships.

By being informative, you are tailoring your expert knowledge to meet their needs.

From responding to questions appropriately to offering advice and a range of possible solutions, you are helping them to make the right decisions.

In order to be able to do this effectively and consistently, it is important to stay up-to-date in your training - attending regular property conferences and real estate training seminars can help you keep up with market trends.

However we know that even with the best training, some clients can be difficult to please.

Not everyone is forthcoming with their ideas and in some situations clients simply do not know what they are looking for - making it especially hard for you to find the appropriate solution.

While it may sometimes be tempting to assert your own authority this does not always end well.

There is usually no question that you know more about the property industry than your clients, but this doesn't mean that you can tell them what to do - at the end of the day, they are the ones looking to invest their hard-earned money into real estate.

If certain clients are set on making an investment that you do not agree with, the best thing you may be able to do is provide a substantial amount of informative and educated advice.

Disagreeing to the point of no return could result in them looking for a professional agent's service elsewhere - and they may speak about you negatively in the future to other prospective clients.

Fortunately, in the long run an informative agent with integrity wins the race - it may be worth keeping that in mind next time you come across a difficult client.

Source:  http://www.tret.com.au

Selasa, 16 Oktober 2012

Rainy Night


Hari berganti hari, siang berganti malam dan musimpun berlalu, malam ini terasa begitu adem kota Jogja, gak sepeti biasanya, seluruh kota dibanjiri hujan, semoga ini sebuah pertanda yang baik.
Meskipun begitu tapi resah hati ini masih saja belom terjawab dengan sebagian hal yang selalu mengganggu dan membuat penasaran akan banyak hal.yang kunamai semua itu misteri, entah sampai aku bisa menemukan kunci untuk membuka dan mengetahui apa yang ada di dalam nya.
Dingin, sunyi dan hanya ditemani secangkir kopi dan sebungkus rokok, oooh, sebut saja ini semacam surga kecil-kecilan, saya selalu menanti saat-saat seperti ini, dimana mata tak terpejamkan dan pikiran kian membuncah dan memikirkan banyak misteri itu.
Di sebuah coffee shop, duduk sendirian dan mengotak-atik laptop sembari mendengarkan lagu-lagu jazz, whoa! what a night! sampai-sampai kelupaan kalau besok masih banyak hal yang harus dikerjakan, sungguh melanggar aturan main itu punya tantangan tersendiri, tak udah terlalu banyak dipikirkan.
Rasanya sudah berada di zona nyaman dan tak mau tuk diganggu, percuma saja kalo hidup senang tapi tak pernah nyaman, sekarang yang saya pikirkan hanyalah kenyamanan bukan kesenangan.
Tentu saja kesenangan itu penting namun itu hanya sesaat, aku lebih mengejar sesuatu yang parmanen.
Sejauh ini semua yang kujalani ini berjalan dengan lancar dan sungguh sudah bisa sedikit move on dari hal-hal gak penting.
Malam, sungguh engkau penuh dengan sejuta misteri, saya gak tak cukup pandai membaca suasana dan membaca apa yang akan terjadi besok karena sejujurnya saya bukan ahli nujum tapi saya selalu berharap semoga besok ketika saya bangun pagi semuanya akan baik-baik saja.
Memang tak mudah berperang dengan batin apalagi itu terus menerus dan  kian merusak hati tapi apa boleh dikata, semua itu kujadikan sebuah pelajaran untuk ku seorang.
Terkadang saya pengen berlari ditengah hujan yang dengan gigih membasahi bumi supaya tak seorangpun yang tak betapa dalam nya apa yang kurasakan sekarang ini, seberapa dalam luka parah akibata patah hati yang telah kau berikan padaku, tapi semuanya hasrat belaka, saya buka tipe orang yang sebodoh itu.
Kopi yang pahit ini seakan jadi saksi bisu akan rindu yang terkadang meronta-ronta akan tingkah laku mu dan semua yang telah kau buat dalam hidupku, pahit maupun manis, yang telah kita arungi bersama.
And in the of the story, in the middle of rainy night, I just hope that one day you'll realized that
HOW MUCH I'VE LOVING YOU BUT YOU NEVER CARE ABOUT THAT! I DECIDE TO LEAVE YOU BUT SOMETIMES YOU ARE SO HARD TO REPLACE FROM MY MIND!! BUT IT'S ALRIGHT, I HOPE YOU FINE! GOOD NIGHT FOR YOU AND SWEET DREAMS! :*


Kamis, 04 Oktober 2012

Kenapa Kaum YAHUDI Pintar?

"Kenapa kaum Yahudi pintar?" Mungkin anda pernah mengengar pertanyaan semacam itu atau mungkin juga belom pernah tau sama sekali dan bahkan anda mungkin bertanya-tanya, apa iya? apa buktinya? dan kenapa Kaum Yahudi itu pintar?
Blog saya ini tidak bermaksud untuk mencela ataupun melecehkan bangsa-bangsa lain DI MUKA BUMI INI!! well, mari kita telusuri sejarahnya!

Kaum Yahudi adalah kaum yang paling pintar di dunia. Anda tahu, kan, Einstein? Steven Spielberg? Mark Zuckerberg (pendiri Facebook)? Itzhak Perlman (violis dunia)? atau mungkin Daniel Radcliffe (si Harry Potter)? Semua adalah Yahudi. Hampir dari produk-produk terkenal yang ada di dunia merupakan produk dari Yahudi. Mulai dari bangun sampai tidur, bohong namanya kalau Anda mengatakan tidak pernah menyentuh produk Yahudi. Dari Google, Intel, Unilever, Disney, semua Yahudi. Mungkin ada yang penasaran, kenapa ya kok produknya bisa dimana-mana? canggih pula? Hanya satu jawabnya karena mereka pintar. Dalam kitab-kitab lama, di sebutkan bahwa mereka memang dianugrahi otak yang encer oleh tuhan semesta alam.




Belum lama ada artikel yang membahas tentang kepintaran Yahudi dan bagaimana mereka menjaganya. Artikel ini ditulis oleh Dr. Stephen Carr Leon yang telah tinggal di Israel selama tiga tahun untuk meneliti tentang kenapa Yahudi pintar untuk mendapatkan Phd-nya. Tesis untuk karyanya ini saja membutuhkan waktu delapan tahun karena dibutuhkan data-data yang setepat mungkin untuk ini. Dalam karyanya, ia membahas habis kehidupan Yahudi dari tahap mengandung, melahirkan, dan kehidupan setelahnya.
Mari kita baca, kutipan berikut ini,
… Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami. Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan.
Kebetulan Stephen suka matematika. Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”
Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.”…
Wow, bahkan sebelum si anak lahir, sang ibu sudah mengajarkan matematika untuknya. Hal yang unik lagi dari gaya hidup Yahudi adalah, makanan yang mereka makan, dan pola makannya.
Sejak awal sang ibu mengandung, ia jadi gemar sekali makan kacang badam dan korma dengan susu, roti dan ikan tanpa kepala, serta salad yang dicampur dengan badam dan kacang-kacangan. Menurut sang ibu, ikan sangat baik untuk perkembangan otak bayinya sedangan kepala ikan mengandung zat kimia yang akan merusak perkembangan otak. Saat mengandung pun, si ibu rajin sekali meminum pil minyak ikan sampai melahirkan.
Di dalam artikel tersebut disebutkan bahwa saat makan, Yahudi selalu menyajikan salad dan kacang badam, tentu saja ikan juga. Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging karena menurut mereka, campuran daging dan ikan tidak baik jika dimakan bersama2.
Disebutkan juga bahwa pola makan mereka unik. Di kebanyakan negara, makanan disajikan dalam tiga tahap, appetizer, main course, dan desert (yang biasanya berupa buah-buahan). Kalau Yahudi, mereka menyajikan buah-buahan dulu sebelum menyajikan main course. Alasannya sederhana saja, karena menurut mereka, jika makan makanan utama (karbohidrat) di awal, mereka akan mudah mengantuk sehingga tidak bisa belajar dengan baik di sekolah.
Kemudian, gaya hidup yang sangat penting yang harus dicontoh adalah, bagi mereka MEROKOK ITU TABU. Orang Yahudi sangat membenci rokok, kalau Anda berkunjung ke salah satu rumah mereka, dan Anda merokok, jangan heran kalau sang tuan rumah dengan tega mengusir Anda dari rumah. Penelitian terbaru Yahudi akhir-akhir ini adalah bahwa rokok akan merusak otak yang kerusakannya bisa diturunkan ke keturunan mereka. Mereka tidak ingin keturunan mereka nantinya tercemar oleh racun-racun rokok yang merusak otak mereka, mereka sangat menjaga anugrah kepintaran yang dilimpahkan kepada mereka.
Sejak kecil, anak-anak Yahudi sudah memperhatikan apa yang masuk ke dalam perut mereka. Mereka sangat menyukai buah-buahan, kacang badam, salad, dan ikan. Rata-rata, anak-anak Yahudi bisa berbicara tiga bahasa, Bahasa Ibrani, Arab, dan Inggris. Mereka juga sejak kecil telah dilatih bermain musik, entah biolah ataupun piano, karena ini adalah sebuah kewajiban. Menurut penelitian mereka, belajar musik sedari kecil dapat merangsang pertumbuhan IQ.
Saat sekolah mereka diajari matematika dengan basis perniagaan, pelajaran IPA diutamakan. Mereka juga diwajibkan untuk berolahraga. Olahraga yang diutamakan adalah menembak, memanah dan berlari. Menurut mereka, menembak dan memanah dapat melatih fokus sedangkan menembak merupakan sarana mereka untuk melindungi negara mereka nanti.
Saat bersekolah di Sekolah Menengah, mereka diwajibkan untuk menemukan sebuah produk baru. Walaupun produk yang diciptakan produk-produk lucu dan memboroskan uang, mereka tetap menelitinya dengan serius.
Yang mengejutkan lagi adalah bagaimana fakultas-fakultas ekonomi Yahudi mensyaratkan mereka untuk lulus. Untuk lulus, mahasiswa fakultas ekonomi Yahudi diharuskan membuat sebuah team project yang satu tim nya beranggotakan 10 orang, dan mereka bisa lulus setelah projek mereka mendapat untuk 1 juta US dollar. WOW. Bayangkan !!
Bagi mereka, melahirkan keturunan yang cerdas adalah sebuah keharusan.
Nah, bagaimana dengan Indonesia??
Bagaimana bangsa ini membina kaum mudanya agar sepintar Yahudi? Bandingkan dengan negara tetangga, Singapura saja misalnya, harga rokok sangat mahal. Sedangkan di Indonesia, rokok terbilang sangatlah murah. Di mana-mana orang merokok, di jalan, naik motor, naik mobil, makan, minum, tidur (??), di angkringan, di hotel, di restoran, ada saja orang yang merokok. Bagaimana dengan keturunan kita nanti, jadinya?? Bahkan Dr. Stephen sendiri saja mengatai Indonesia (maaf) “Goblok!!” dalam artikel tersebut.
… “Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!
“Hasil-nya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia? Apalah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri!”
Jadi, bagaimana? Ayo kita bersaing dengan Yahudi dalam hal-hal yang positif saja. Buktikan bahwa kita pun bisa sepintar dan secerdas mereka. Sekarang pun bohong namanya kalau kita masih menjunjung nilai moral ketimuran. Apakah kita mau disebut sebagai baik bangsa yang bodoh maupun bangsa yang tidak bermoral? Makanya, ayo perbaiki kedua-duanya mulai dari diri sendiri. Mulailah dari tidak merokok! heheh..

SUMBER: 
(Chappy hakim/adm http://www.dakiunta.com)
(http://www.abatasa.com/)
(http://www.dakiunta.com/content/alasan-orang-yahudi-pintar)

Senin, 01 Oktober 2012

Obat Nyamuk Bakar

Sebut saja g4l4u, sore ini terlalu banyak yang terlintas di pikiranku, terkadang otak masih bisa menampung banyak hal namun terkadang juga selalu membosankan kalo diingat-ingat terus-menerus, apalagi itu berupa hal-hal gak penting yang seharusnya dilupain aja dan tidak perlu dipikirkan lagi, yah tapi itulah yang sering terjadi, berbanding terbalik dengan kenyataan, makanya kepala terasa berat dan agak depresi tapi tak apalah, semua ini ku tuangkan aja dalam cerita pendek yang gak jelas ini.
Setelah dari malam belom tidur sama sekali dan siang nya harus ngampus dan melakukan banyak hal termasuk ngerjain tugas yang belom kelar-kelar dari minggu lalu, sungguh sangat menyiksa dan menyebalkan!!
Awalnya saya berpikir agar supaya gak usah ke kampus aja, tapi apalah daya kaki udah nyentuh halaman kampus, ibarat kecebur dan skalian tenggelam aja, sunggu hari yang sangat melelahkan.
Terkadang saya berpikir kenapa saya begitu bodoh dalam mengatur waktu tapi saya sendiri jusru dengan nikmatnya menikmati semua kebodohan saya ini, ngobrol sama dari malem sampe ketemu pagi dan balik ke kost langsung mandi dan berangkat ngampus dan hasilnya yah kayak gini, kehilangan selera hidup, tapi tenang aja coz my mind is still undercontrol kok! belom sampe tingkat parah sampe hari minum bagyon cair, cuman sekedar ngemil obat nyambuk bakar doang *eh!!
Perkenalkan teman saya namanya Arlan, dia orang nya super duper friendly dan diajak ngobrol apa aja nyambung, saya juga terkadang heran sama dia, terkadang sama isi otaknya, terkadang kalo lagi ngobrol sam dia bisa sampe 10 jam atau lebih malahan saking terlalu banyak nya topic dan pembicaraan yang berkualitas jadi berasa lagi ngobrol dari zaman Adam sampe zaman para rasul *plaaak!!
Di otaknya tersimpan berbagai fakta menarik yang gak ada atau mungkin ada tapi hanya sedikit orang saja yang tau dari dunia sains maupun elekronika juga dia paham!! kereeen!!
Beberapa hari saya gak minum kopi tuh rasanya ada yang kurang, seperti separuh napas ku hilang, cieee (daun-daun berguguran) pokoknya ada aja yang beda dengan hari-hari ku dan setelah hari ini saya baru lagi meneguk secangkur kopi yang penuh dengan harapan palsu ini alhasil jadi inspirasi buat nulis blog yang konyol ini.
Oh iya hari ini ternyata udah tanggal 1 di bulan Oktober, hari baru di bulan yang baru pula (trus gue harus bilang WOW sambil salto gitu?)
Sore yang random ini datang dan mengujani pikiranku yang polos ini kemudian pergi begitu saja tanpa bilang-bilang.
Sembari mendengarkan lagu-lagu Timur Tengah saya serasa pengen berlari dari kenyataan hidup, akan ada saatnya seorang wanita berbusana padang pasir datang menghampiri dan menampar ku lalu berkata, Hi dude, get up from your dreams! #OKESIP!!
Nampaknya sudah begitu banyak dari orang-orang di luar sana yang memmpunyai hobi yang sama, saya gak suka itu, sayamau mencari hobi yang lain, pokoknya lain dari yang lain, itulah sebabnya saya mau beralih profesi dan berbalik dari haluan trus menuju ke jalan yang benar.
Otak saya yang gak lebih besar keegoisan mu namun menyimpan sejuta cerita yang berbelit-beli dan melingkar persis seperti obat nyamuk bakar, DUH!!!
Mungkin lain kali saya akan lanjutkan lagi blog konyol ini, terima kasih sudah luangkan waktu mu untuk membaca sedikit dari curahan hati saya sore ini, OKE BYE!! :))