Tampilkan postingan dengan label Poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poetry. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Januari 2016

Pupus





Teruntuk sesorang yang pernah singgah di hatiku
Yang dulunya sempat mengisi kekosongan dalam hati ini
Yang rasa cintanya masih mengalir dalam darah
Rasanya masih belum bisa percaya, 
apalagi menerima kenyataan ini
Masih belum bisa kujelaskan mengapa semua 
pada akhirnya jadi kan jadi seperti ini
Malam telah lebih dulu mendahului, 
menutup indahnya jingga senja yang berkilau begitu indah
Tampaknya, kisah kita sampai di sini, 
cerita kita telah usai, tamat.


Dulu, jangankan berucap kata pisah
Menduakanmu saja sangatlah mustahil bagiku
Bahkan tak pernah terlintas sedikitpun 
di dalam benakku untuk lari jauh darimu
Sekarang, semua hanya sebatas debu yang tertiup angin
Terbang, hilang entah kemana tanpa ucapan permisi
Begitu singkat bak sambaran petir dimusim hujan,
Akupun tak menyadarinya, ternyata telah selesai.


Lalu mana janji yang pernah kita ikrarkan bersama?
Saat kita masih sepaham, sepemikiran
Saat kita masih senyawa dan sejiwa seperti dulu
Sirnah sudah semuanya, musnah!
Dimatamu, aku seperti orang yang tak kau kenal lagi
Dan kaupun lambat-laun seperti demikian dimataku
Apakah semua ini karena jarak?
Atau karena intensitas pertemuan yang begitu singkat?
Entahlah, akupun tak tau dari mana harus menjelaskannya


Dulu kau pernah berkata
Kita berdua sama-sama keras kepala, ideologi kita berbeda
Aku akui kalau kenyataan kita memang seperti itu
Lalu dalam diam kuseruput kopiku yang terakhir
Namun ternyata yang tersisa hanyalah gelas kosong
Tersisa penyesalan pahit yang menggumpal di dasar cangkir
Semua yang pahit sudah kuteguk lebih dulu, 
telah kutelan getir pahitnya sendiri
Hatiku begitu ngilu dan pilu
Bila harus kukenang kembali semua yang sudah terjadi
Kisah kita sudah berlalu


Hanya tersisa penyesalan yang medalam
Dari sekian penyesalan yang sedang kusesalkan,
Adalah kenapa harus ada sebuah pertemuan?
Saat itu aku begitu mabuk, 
tak sanggup bagiku untuk menahan diri
Mengontrol setiap emosi saat kau menyepaku, 
membuka sebuah obrolan, basa-basi yang biasa saja
Harusnya, bisa pagi tiba...
Saat kutersadar dari mabuk beratku
Bisa kulupakan semua kejadian semalam.
Namun, kita telah terlanjur saling bertukar senyum
Serta melanjutkan drama yang akhirnya jadi begini


Kalau saja bisa kusudahi semua ini dari dulu
Tapi, aku seperti tak punya kekuatan 
untuk pergi menjauh darimu
Siang berganti malam, malam kembali menjadi siang,
ku selalu memikirkanmu
Pernahkan kau tau isi hatiku?
Apa yang kupikirkan tentangmu?
Tanyakan saja sama rasa egoismu
Yang begitu sombong dan tak mau tau


Roda kehidupan ini kian berputar
Para pengendara di jalan raya sana juga 
seakan sudah tak paham akan rambu-rambu lalu lintas lagi
Mereka seenaknya menabrak jalur yang bukan jalur mereka
Hanya dengan alasan mengejar waktu dan ingin cepat sampai tujuan
Mungkin kisah kita juga serupa
Kau kesini, aku kesana
Kau berbalik, aku pergi
Seakan tak pernah ada titik temu yang pasti antara kita
Kita seperti sama-sama kehilangan kendali
Sama-sama tak punya arah dan tujuan
Bahkan tersesat karena sifat egois kita masing-masing


Saat ini, bila memang kau memilih jalur yang benar
Ku doakan kau kan baik-baik saja
Aku juga ingin pergi jauh
Mengubur kenangan yang pernah kita lalui bersama 
di atas bukit sana
Namun, bila suatu saat kau ingat padaku,
Saat kau berjalan dan kehilangan arah
Tak usah mencari jalan pulang
Tak usah kau mencariku lagi
Hatiku tak punya alamat yang pasti
Aku adalah seorang pengembara
Yang terus berkelana, mengembara di hutan belantara
Yang sudah tak mungkin kau pahami lagi


Apa yang sudah berlalu, biarkan saja seperti itu
Aku diam bukan berarti butuh ketenangan
Tapi, yang akan kau temui hanya ketidakpedulian
Telah kuuji kesetiaanmu, 
tapi ternyata kau bukan orang yang kucari
Mungkin dengan begini, 
kita akan sama-sama bahagia
Melihatmu bahagia bersama orang lain, 
di tempat yang lain sudah cukup buatku bahagia
Biarlah semua yang berlalu, 
seakan menjadi rahasia kisah kita berdua.





Yogyakarta, 12 Januari 2016


@oldryronald

Senin, 24 November 2014

Puisi Untuk Opa Tercinta



Hari berganti hari
Waktu berkejar-kejaran
Musim berganti-ganti
Kemarau yang berkepanjangan
Tetes airpun mulai membasahi bumi
Hujanpun tak kunjung berhenti

Dalam tidur yang terlelap
Begitu nyenyak dalam senyap
Burung-burung mulai benyanyi
Bertukar sapa pada pagi
Membuka pagi yang mengharu biru
Dalam sayup-sayup mata yang layu
Di ujung pagi yang masih bisu
Sekejap mata terbelalak
Mulut sekan terkunci, sunyi, bisu
Mata tak kuasa menahan gejolak
Mendengar kepergian opa tercinta

Terima kasih Sang Pembuat Alam
Telah memberikan opa yang baik
Yang setia dalam malam yang kelam
Melindungi hujan yang menghujam
Menghalau badai yang kejam
Mengusir kesedihan yang suram

Tempatkanlah opa di sisi-Mu
Ukirlah namanya di kirbat-Mu
Selamat jalan opa ku tercinta
Kami semua mencintaimu.


Written by @oldryronald
November 15, 2014

Kamis, 05 Juni 2014

I Belong To Me





I BELONG TO ME

Lyrics by: Micheal Kunze
Sung by: Suzan Erens as Sissi


I will not give up my own self
Just to be with you
I will not be glad just to do
What I'm told to do
I'm not meant to be your property
No, I belong I me

If I want to reach for the stars
You can't hold me back
I want to take chances

Far off from the beaten track
Don't force me to be what I can't be
I belong to me

If you try to tame me
I will not obey
I'd rather leave you alone
If you try to change me
I must break away
To be what I am on my own

I'm freezing, I'm burning
I live without compromise
I'm growing, I'm learning
I'm ready to pay the price
I know it's not easy to be free
But I belong to me

I hate to be burdened
With duties that I despise
You know I can't stand
To be watched by a thousand eyes
I flee from the crowd in agony
I just belong to me

If you want to keep me
Don't hold me so tight
I can't give my life for your love
If you want to break me
I'll not even fight
I'll just fly away like a dove

I'm here when you need me
I live and I die with you
I'll share all your troubles
I'll laugh and I'll cry with you
You can blame me and bless me

But you cannot possess me
'Cause I belong to me
To me!



Background of the song

            First of all I would like to explain about the background of this song. It is from the 1992 Austrian musical: ' Elizabeth". It was sung by Suzan Erens during the concerts in Vienna. The musical is based on the life of Elisabeth, Empress of Austria The world premiere, directed by Harry Kupfer, took place on 3 September 1992 at the Theater an der Wien, Vienna, where it ran until 25 April 1998. This production was revived on 3 October 2003, and commemorated by the Austrian post office with a special stamp.
Explanation about the figurative languages in the song
            There are some figurative languages which used in this song such as: Metaphor, paradox, Pars pro toto, and simile (The colors will be the indicator to find out what I mean in every lines of the song). Before I analyze about those literary elements, I would like to give some explanation and the meaning of figurative languages itself. Figurative language can be found in literature and poetry where the writing appeals to the senses. It can do this by giving a word with a specific meaning, by comparing two things in such a way that you find the comparison interesting or by using words that have unusual constructions or sounds. According to the Oxford dictionary, figurative language is language that uses words or expressions with a meaning that is different from the literal interpretation. When a writer uses literal language, he or she is simply stating the facts as they are. Figurative language, in comparison, uses exaggerations or alterations to make a particular linguistic point. Figurative language is very common in poetry, but is also used in prose and nonfiction writing as well.

There are many different types of figurative language. For example, it often includes the use of a specific type of word or word meaning:
  • Simile: A simile is a comparison that often uses the words like or as. One example of a simile would be to say, “Jamie runs as fast as the wind.”
  • Metaphor: A metaphor is a comparison made between things which are essentially not alike. It is similar to a simile, but does not use like or as. One example of a metaphor would be to say, “Nobody invites Edward to parties because he is a wet blanket.”
  • Personification: When something that is not human is given human-like qualities, this is known as personification. An example of personification would be to say, “The leaves danced in the wind on the cold October afternoon.”
  • Hyperbole: Exaggerating, often in a humorous way, to make a particular point is known as hyperbole. One of example of hyperbole would be to say, “My eyes widened at the sight of the mile-high ice cream cones we were having for dessert.”
  • Pars pro toto, Latin for "a part (taken) for the whole", is a figure of speech where the name of a portion of an object, place or concept represents the entire object, place or concept.
  • A paradox is a statement that apparently contradicts itself and yet might be true. Most logical paradoxes are known to be invalid arguments but are still valuable in promoting critical thinking
In addition to various types of words relating to the word's meaning, figurative language also includes unusual constructions or combinations of words that provide a new perspective on the word. For example:
  • Onomatopoeia: When you name an action by imitating the sound associated with it, this is known as onomatopoeia. One example of onomatopoeia would be to say, “The bees buzz angrily when their hive is disturbed.”
  • Idiom: An idiom is an expression used by a particular group of people with a meaning that is only known through common use. One example of an idiom would be to say, “I’m just waiting for him to kick the bucket.” Many idioms that are frequently used are also considered clichés.
Explication
Based on my opinion, this song describes about the independence, I BELONG TO ME, it has the metaphor meaning of I own myself and myself here can be as body or soul, so I can conclude that I BELONG TO ME here means that I am who I am and who I want to be, it is all depending to me, I am the captain of my own self or body. There are also some tones which we can find in this song such as: firm, positive, independent, confident and courageous.